I'm A Rainy Girl



Suatu hari ada seseorang yang bertanya padaku, mengapa aku suka sekali dengan suasana saat hujan turun? Aku diam seribu bahasa. Tak tahu harus menjawab apa. Bagiku kesenangan tidak harus bisa diungkapkan dengan kata-kata. Atau dikalkulasi dengan besaran angka-angka.

Ya, kesenangan menurutku adalah wilayah rasa. Yang mungkin terkadang tidak memerlukan suatu alasan logis yang menyertainya.

Bagiku hujan memberikan sensasi tersendiri dalam jiwa. Dinginnya yang menggigit. Atau wangi khas saat titik-titik beningnya menyentuh lembah tanah.

Entahlah, ia begitu sunyi tapi nyata. Syahdu dan menorehkan kesan mendalam di kalbu.

Aku sentimentil? Melankolis? Atau berlebihan? Terserah pendapatmu.

Menderasnya butir-butir air dari atas langit, membuatku sadar betapa kecilnya diri di tengah luas bumi-Nya. Tentang tak berdayanya seorang manusia yang lemah, saat harus menepi, berteduh dan berlindung di tengah guyuran hujan.

Begitupun, saat suasana basah sehabis hujan, udara yang bersih dari berbagai polusi membuat aku bebas menghirupnya dalam-dalam. Sepenuh rongga paru-paruku. Mungkin sesekali pergi menyempatkan diri ke tempat sunyi terbuka di sudut rumah. Entah untuk membaca sebuah buku, atau sekedar menghirup secangkir teh hangat. Aku bukan tipe yang terlalu suka dengan keramaian. Sebuah buku dengan camilan di samping dan tanpa interupsi, sudah cukup membuat hariku indah berbunga.

Dalam suasana basah itu, aku pun bisa sesekali merenung tentang jejak langkah yang sudah terekam jelas di bilah lembar kehidupan. Untuk sekedar kontemplasi diri. Mencari yang salah untuk diperbaiki atau menghisab setitik kebaikan apakah terselip rasa yang kuasa menghancurkan nilainya sebagai amal pemberat timbangan di akhirat kelak.

Hujan membawa rahmat-Nya. Membagikan butir kesegaran pada setiap pori bumi. Ia suci dan mensucikan.

"Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak, dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tnada (kekuasaan Alloh) bagi orang-orang yang beriman" (QS. Al An'am : 99)


Komentar

Postingan Populer