Catatan Kaki Seorang Pengelana :
Kita pernah berjanji bersama
Mandiri dan berdiri di kaki sendiri
Menjejak langkah mengukir sejarah
Di atas tetesan bulir keringat, dan air mata
Jalur terjal perjalanan panjang
Hingga kelak,
Saat usia tergerus masa
Sambil duduk dan menghirup secangkir kopi hangat di beranda berlatar jingga senja
Atau ketika nyawa sudah terbaring beku di perut bumi
Kepada anak cucu, bisa pula didongengkan epos
Warisan bersahaja
Kisah heroik menghasung peradaban
Seorang anak manusia yang mungkin namanya nyaris tidak pernah terdengar
Tak tersentuh liputan nyamuk-nyamuk pencari berita
: Ini kami yang telah memahat jejak, tentang keteguhan hati, kesabaran jiwa, menentang segala arus ujian
*epilog selembar jiwa*
Komentar
Posting Komentar