SEBENING CINTA LARAS (Bagian 1)

Angga menarik napas dalam-dalam, rambut ikal tebalnya berantakan karena berkali-kali terkena lampiasan kesal tangannya. Buku berserakan di sana sini. Kepalanya pusing luar biasa. Suhu dalam kamarnya malam itu seakan bertambah beberapa derajat.
Sudah dua minggu ini usahanya mendekati Laras nyaris sia-sia. Gadis pendiam itu ternyata bagai es di kutub utara yang dingin. Berbagai cara sudah dilakukannya tapi hasilnya masih nol besar.
'Sial' rutuknya dalam hati. Baru sekali ini ia merasakan kegagalan yang sungguh di luar perkiraannya. Biasanya dalam dua atau tiga kali pendekatan gadis-gadis pasti akan langsung bertekuk lutut dihadapannya.
Ia, Angga, pelajar paling populer di salah satu sekolah menengah atas negeri paling favorit di ibu kota yang serba metropolitan ini. Sejak pertama menjadi seorang murid baru 2,5 tahun yang lalu, limpahan perhatian sudah tertuju padanya. Ditambah pribadinya yang supel dan mudah bergaul dengan siapa saja membuatnya menjadi semacam icon sekolah. Hampir semua ingin menjadi temannya, laki-laki apalagi perempuan.
Angga dimata mereka adalah perpaduan unik antara imej "bad boy" yang cool, tapi berotak Einstein. Tidak ada yang tidak kenal dirinya. Dari kelas 1 paling ujung sampai kelas 3. Dari guru-guru berlabel killer sampai OB dan pedagang di warung depan sekolah mengenalnya.
Disukai guru karena otak encernya, dikagumi teman-temannya karena segudang bakat dan keahlian yang dimiliki.
Hampir semua kegiatan intra dan ekstra kurikuler diikutinya. Jabatan Ketua OSIS sudah diembannya selama 1,5 tahun ini. Pemegang sabuk hitam tae kwon do. Seorang play maker di tim basket. Dan sederet prestasi serta aktivitas lainnya.
Hanya saja, diantara sekian banyak kelebihan yang dimiliki ada satu kekurangan Angga yang paling menonjol. Ia seorang playboy. Suka mempermainkan perasaan dan hati perempuan. Hampir separuh pelajar perempuan di sekolahnya pernah merasakan sakit hati dengan ulah Angga.
Dengan wajah dan fisik yang mirip bintang iklan serta penampilan yang selalu trendy membuat gadis-gadis bertekut lutut. Selalu berhasil dirayu, untuk kemudian sebulan dua bulan berikutnya dicampakkan.
Beberapa minggu sebelumnya, Angga bersama teman-teman dekatnya mengadakan taruhan. Siapa kali ini yang akan jadi korban patah hati seorang Angga. Gadis-gadis paling populer sudah merasakan perihnya dipermainkan. Kali ini mereka ingin memburu target yang tidak biasa. Gadis-gadis cantik berpenampilan menarik sudah terlalu biasa dan terlalu mudah ditaklukkan. Mereka ingin sesuatu yang lebih menantang. Akhirnya pilihan jatuh pada Laras.
Sekar Larasati Ayuningtyas lengkapnya. Sosok pelajar kelas 2 yang pendiam. Berperawakan sedang, dengan rambut lurus tebal sebahu yang selalu diikat dibelakang. Wajahnya manis disertai dengan lesung pipi di kedua pipinya. Tidak terlalu dikenal kecuali oleh teman sekelas dan beberapa temannya di kegiatan ekskul Reading Club. Tempat berkumpul kutu buku sejati di sekolah mereka.
Karena target dianggap sulit, taruhannya pun menjadi lebih besar. Tidak tanggung-tanggung motor besar kesayangan Angga yang selama ini setia menemani dijadikan taruhannya.
Angga yang merasa tertantang langsung menyanggupi. Ia minta diberi waktu 2 bulan untuk menyelesaikan taruhan tersebut.
Tapi ternyata mendekati seorang Laras tidak semudah mendekati gadis-gadis pada umumnya. Biasanya Angga hanya butuh waktu kurang dari 1 bulan untuk membuat seorang gadis jatuh pada perangkapnya. Tapi, sekarang sudah mendekati 1 bulan, ia masih berkutat mencari cara mendekati Laras yang diam.
Waktu 2 bulan yang diberikan kepada Angga semakin berkurang. Angga harus memutar otaknya lebih keras menemukan strategi yang tepat untuk menaklukkan Laras. Ia bertekad, seberat apapun tantangan ini ia akan bisa menyelesaikannya, karena motor kebanggaannya akan hilang melayang kalau ia sampai gagal.
(Bersambung)

Komentar

Postingan Populer