Saya mengenalnya sejak bertahun-tahun yang lalu
Sejak jejak pencarian jati dirinya tiba menginjak paruh waktu kematangan
Dia sosok yang tegas memegang kukuh idealisme masa muda
Tapi dibalik ketegasannya tersimpan hati yang lembut
Saya lebih mengenalnya saat ia mulai menunjukkan jati dirinya kepada dunia
Memasuki dunia baru,, untuk bekerja...
Hingga kemudian dia dikenal sebagai pekerja yang tangguh dan cerdas di lingkungan kerjanya
Suatu ketika ia berubah haluan menjadi seorang buruh negara
melalui rekrutmen yang fairplay, tanpa proses sogok menyogok
Dan dimulailah suatu babak baru kehidupan ketika ia harus berada dalam sistem
yang kata orang ibarat hidup dalam rimba belantara, dunia pat gulipat
Dimana banyak idealisme tergadai karena tidak kuat menahan arusnya
Lantas berubahkah ia?
Bergantikah idealisme yang selama ini ia pegang sekuat tenaga dgn suatu pragmatisme arus kuat tadi?
Ternyata - segala puji hanya milik Alloh semata - ....
Ia bisa bertahan
Setidaknya sampai detik ini
Ketika sungguh tidaklah mudah "sendirian" di tengah arus kuat godaan
Saat kesempatan begitu terbukanya di depan mata
Tapi,, ia berhasil membuktikan bahwa ia telah berusaha mempertahankan idealismenya yg ia mulai sejak awal muda dulu itu
Saya... ?
Saya cuma temannya,teman seperjuangan saya harap...
Saya cuma meniru dan menyerap apa yang dia contohkan
Dan seringkali saya dibuat terkagum-kagum dengan pola pikirnya
Atau dengan keberanian langkahnya
Dia memang bukan seorang superman
Atau seseorang yang tidak punya kelemahan rasa, kelelahan, atau ketakutan
Karena sering ia bertanya kpd dirinya sendiri dan orang2 di sekelilingnya, akan kuatkah ia sampai akhir nanti....
"Ah sahabat,
Taukah dirimu
Aku yg bukan siapa-siapa ini
banyak belajar dari mu
Bagaimanakah dengan konteks kekinian kita bisa berusaha menjaga keyakinan diri kita
bahwasanya kita harus tetap -mau tidak mau- kuat berdiri tegak memegang idealisme dan keyakinan itu
walau badai godaan begitu kuat terbuka lebar di depan mata
Teruslah berusaha sahabatku
Krn orang2 seperti aku yg lemah ini
sesungguhnya butuh penguat seperti dirimu"
Smoga Alloh Yang Maha Berkuasa dan Maha Memelihara menguatkan kita ...aamiin
Allohumma Yaa muqollibal qulb, tsabit qulubana 'ala diinik wa tho'atik..
Dedicated : to u my dear & brave friend out there... :)
Komentar
Posting Komentar