Tips Menolak Uang "Panas"






Pernah dengerkan ada ibu yang berharap kalo anaknya bisa bekerja di tempat yang "basah"? Tapi bukan kerja jadi penjaga pantai kayak Bay Watch ya. Dan saya gak ngerti deh kenapa dibilang basah. Wong kerjanya gak deket sama air hehe. Basah di sini mungkin karena bidang kerjanya yang gak jauh-jauh dari urusan uang.

Ngapain sih bahas tentang tempat basah? Salah satunya karena sahabat saya adalah seorang pegawai di sebuah instansi. Dan tempat sahabat saya ditugaskan itu kata orang termasuk "basah".

Karena "basah" itulah, sahabat saya yang pada dasarnya gak mau yang aneh-aneh, jadinya harus berjibaku untuk menolak sana sini datangnya "rejeki dadakan". Heran gak sih? Sementara kebanyakan orang berpikir bekerja di tempat "basah" adalah suatu keberuntungan, sahabat saya malah bersikap resisten.

Sosok unik itu memang lumayan revolusioner. Haha... Itu istilah saya untuk teman istimewa yang satu itu. Revolusioner karena sepanjang saya berteman dengannya, tak pernah ada habisnya saya dibuat terkagum-kagum dengan semua ide pemikirannya.

Ia memang mentor saya dalam banyak hal. Politik (uhuk uhuk), kehidupan, agama dll. Dulu ia adalah seorang aktivis saat  jadi mahasiswa. Aktif di pergerakan mahasiswa intern dan ekstern, termasuk organisasi kampus formal seperti Dema (dewan mahasiswa).

Jago diskusi udah pasti. Dia pun suka ngaji di sana sini memperdalam ilmu agama. Tipe analitis, logis dan sistematis. Dari dia saya belajar untuk berpikir out of the box. Ah, well, sebetulnya terlalu banyak yang bisa saya ambil dari sahabat saya. Tapi gak perlu kan ya dibahas semua hihi...

Saya masih terus belajar dari sosok biasa tapi di mata saya luar biasa itu. Saya akui saya bukan tipe pemberontak seperti dirinya. Tapi keteguhannya membuat saya pun belajar untuk berusaha bertahan dan menjaga diri dari hal-hal yang bisa merugikan saya pribadi maupun pihak lain secara luas.

Saya mau sharing beberapa tips yang dia lakukan untuk menolak uang "panas" gak jelas. Siapa tau bermanfaat, iya kan? ;)

Tips menolak uang “panas” di birokrasi :

1. Ingat bahwa pendapatan paling dasar kita adalah gaji dan tunjangan.
2. Pelajari peraturan-peraturan mengenai hak-hak pendapatan kita di luar gaji
3. Kalau secara aturan kita berhak atas sejumlah uang namun sulit menghitung besarannya, jadikan itu hal syubhat sehingga jangan diambil.
4. Pelajari karakter pemberi uang "panas" sebelum menentukan metode penolakan.
5. Kalau orang tersebut “sok” tau dengan membawa-bawa agama, jangan pernah memperdebatkan Agama kita yang mulia dengan para pelaku korupsi, bilang aja ingin sesuai aturan.
6. Argumen terakhir silahkan pilih opsi “POKOKKE” gak mau titik…

Itu baru menolak, belom "melawan" :D. Melawan dalam arti, teman saya berusaha untuk tetap berada di dalam aturan. Dia gak mau kompromi dalam hal ini (salute for you :) . Untungnya karena dia teliti, jago debat dan pastinya karena berada di atas peraturan,  kalo ada suatu "konflik" kepentingan, dia yang "menang" hehe...

Menurut teman saya itu, tips "melawan" yang paling penting (selain berdoa ;) ) adalah memahami peraturan. Bisa berbentuk UU, Permen (peraturan menteri) atau Pergub (peraturan gubernur) dll. Jadi posisi kita kuat, karena ada payung secara hukum. *waduh harus sering-sering baca ni *keplak pala sendiri yang suka males*




Jujur Dapat Apa?

Terus hasilnya apa dengan berbuat jujur? Apa sahabat saya lantas jadi kaya? Apa kemudian mendapat promosi? Atau bintang penghargaan? Apa dipuji-puji? Waaah, sama sekali enggak :D . Sebaliknya, dia masih tetap sederhana dengan jumlah hutang yang lumayan banyak dan harus dicicil bertahun-tahun. Suka dicibir sok suci dan sebagainya. Masih harus menatap sendu anak-anaknya yang minta berlibur ke sana sini, ke berbagai objek wisata seperti teman-temannya. Bukan karena dia gak sayang, tapi karena uang di dompet emang pas-pasan. Padahal, kalo dia mau. Gampang saja, tiap bulan dia bawa keluarganya liburan. Beli berbagai perabot rumah dan kendaraan yang nyaman. Wong, kesempatan tersedia di depan mata. Dia juga gak minta, tapi DIKASIH :D. Tinggal terima beres. Tapi dia menolaknya (I'm so proud of u :) .

Ada yang pernah nonton filem Die Hard yang terakhir? Itu seri yang keberapa ya? Lupa euy. Soalnya filem ini dari saya pake seragam putih biru alias SMP sampe saya punya buntut alias bocah-bocah yang manis, tu filem masih terus diproduksi. Dan bintangnya juga awet. Om Bruce Willis :D . Anyway, di seri yang judulnya Live Free or Die Hard, ada quote sang lakon, seorang polisi di NYPD (New York Police Dept.) John McClane (alias si Om Bruce) bilang  gini :"You know what you get for being a hero? Nothin'. You get shot at. You get a little pat on the back, blah, blah, blah, attaboy. You get divorced. Your wife can't remember your last name. Your kids don't want to talk to you. You get to eat a lot of meals by yourself. Trust me, kid, nobody wants to be that guy. Believe me, if there were somebody else to do it, I'd let them do it, but there's not. So we're doing it." 

Ya, menjadi orang baik itu mungkin gak dapat apa-apa kalo diliat dari segi materi. Bahkan bisa dibilang, jauh dari kesenangan. Banyak "musuh", dikucilkan dll.

Tapi, kenapa sahabat saya bertahan padahal hasilnya secara duniawi bisa dibilang gak menjanjikan? Dia bilang, kalo gak inget dalam agama gak boleh curang, dia udah ambil-ambilin kesempatan "emas" itu. Saya terharu, alasannya itu didorong karena masih punya iman di hati (walo dia bilang mungkin imannya itu masih setitiiiiiiikkkkk bangeeeetttt). Dia ingin berkontribusi untuk kebaikan bangsa ini, semampu yang dia bisa sesuai kapasitas dia sebagai pegawai biasa. Dan yang paling utama menurut dia, dia masih punya harapan semoga apa yang dilakukan, walo gak berdampak wah dan besar, bisa dinilai sebagai amal sholeh di hadapan-Nya.

Sebetulnya saya menulis kisahnya ini pun, dia gak tau. Karena emang dia orangnya gak suka show-off. Gak seperti saya yang dikit-dikit nulis status di media sosial (huhuhu :p ). Saya pikir, siapa tau bermanfaat kalo share perjuangan dia yang mungkin belom seberapa bagi sebagian orang. Tapi percaya deh, saat saya bilang jadi jujur itu sulitnya bukan main. Apalagi untuk orang biasa di arus pusaran sistem. Dan kalo dia berhasil, sungguh saya salut dan angkat topi buat perjuangan dia.


Hidup Itu Pilihan


Mau jujur atau ikut arus adalah pilihan. Setiap pilihan tentu punya konsekuensi masing-masing. Siapa bilang ikut arus kita bakal aman, nyaman, tenram selamanya? Gak juga. Contoh kecilnya : dengan ikut arus sistem dan budaya yg korup, kita gak bisa jadi diri kita sendiri. Diri kita "terbeli" dengan harga yang menurut saya sangat gak sepadan. Karena tentu aja hari gini, gak ada yang namanya makan siang gratis (nah lho).


Apa sih yang lebih besar dari pada memiliki kebebasan (selain nikmat iman lho ya ;) ? Bebas itu mahal harganya. Kita punya harga diri, walo mungkin secara materi kita jauh dari bergelimang harta.

Belom lagi, kalo kita ikut arus yang bertentangan dengan aturan yang berlaku. Secara otomatis harus siap juga dengan konsekuensi hukum yang bisa jadi nanti akan dihadapi. Udah siap? Ikut arus, nyaman disenangi banyak orang, materi mengalir, bahkan mungkin jabatan. Tapi siapa yang bisa jamin kita bisa aman selamanya? Kalo kita jujur, setidaknya kita masih bisa berharap kepada Dia Yang Maha Melihat dan Maha Melindungi. Lah, kalo kita gak jujur? Sama teman atau pihak lain? Kayaknya kalo udah kena kasus, semua pihak akan cari aman sendiri and cuci tangan. Wanna try? :D (I certainly won't :) )

Pada akhirnya, saya percaya masih banyak PNS-PNS jujur yang tersebar di mana-mana. Cuma mereka tidak terorganisir dengan baik, dan bekerja secara sendiri-sendiri.

Menjadi PNS yang jujur itu sulit, memang benar. Tapi, bagaimanapun kita harus berusaha untuk itu. Dan jangan pernah berpikir jadi PNS itu harus bergaji kecil, lusuh, miskin dll. Idealnya PNS itu harus bergaji pantas dengan beban kerja yg pantas dan masyarakat kaya raya dan sejahtera. Dan kalo PNSnya harus sejahtera, apalagi rakyatnya dong ya. Kalo perlu tenaga kasar di Indonesia impor dari luar negeri. Mungkinkah itu semua? Mungkin saja, kalo korupsi sudah lenyap di muka pertiwi ini, insya Alloh ...

Ayo jadikan negeri kita bebas korupsi. Dan itu dimulai dari diri kita sendiri. Semangat untuk Indonesia bersih! :)


Komentar

Postingan Populer