Sakit di Kota Itu Berat, Bung!
Kemarin, saya nganter teman membesuk kakaknya yang sedang dirawat di sebuah rumah sakit. Subhanalloh, itu rumah sakit dari lobi depan sampe lift penuhnya minta ampun. Dari yang nunggu antrian konsultasi, nganter yang sakit, sampe si sakit itu sendiri. Wuih, salut saya sama seluruh tenaga medis di sana yang berjibaku menangani bermacam pasien dengan beragam penyakitnya. Semoga ikhlas ya Pak/Bu (Dokter/Perawat/tenaga penunjang medis lainnya), supaya kerja kerasnya gak sia-sia, aamiin ^_^
Tentu karena banyak orang, suasana jadi kurang nyaman. Panas , crowded dll. Ada AC central sih sebetulnya, cuma kayaknya ketutup sama banyaknya manusia di dalam rumah sakit itu. Mau jalan aja kadang senggol sana sini. Jadi harus sedia stok kesabaran yang cukup supaya gak menambah panas udara yang emang udah tinggi suhunya itu.
Memasuki bangsal yang berisi kamar-kamar perawatan gak berbeda jauh, hanya tatanannya yang lebih rapi. Di depan pintu bangsal memang ada security yang menjaga, jadi tidak terlalu banyak seliweran orang yang lalu lalang. Mungkin juga karena securitynya yang lumayan tegas. Buktinya kami yang datang gak di jam besuk itu langsung digelandang keluar (hihi rasain, besuk semaunya). Untung, kami sebelumnya sempat menyelinap masuk ke kamar perawatan. Bertemu dan berbincang sebentar dengan keponakan teman saya yang menunggu ayahnya yang masih belum bisa diajak bicara.
Keluar dari rumah sakit kami makan siang di warung tenda sekitar rumah sakit. Suasananya masih rame, cuma gak terlalu sesak karena ada di luar ruangan. Karena waktunya udah menjelang jam makan siang, hampir di sepanjang warung tenda yang berjejer di samping rumah sakit penuh.Alhamdulillah kami dapat tempat, di warung tenda soto mie *ih pamer :p *
Sambil makan, pikiran saya melayang-layang ke suasana dalam rumah sakit yang padat. Betapa berharga dan mahalnya menjadi sehat ya. Tapi sayangnya nikmat terbesar setelah nikmat iman itu seringkali kita lupakan hiks..
Sakit di kota itu gak murah. Bener deh. Konsultasi dokter aja butuh beratus-ratus ribu, plus obat yang juga gak murah. Pake asuransi donk? Lah, preminya kan juga bayar :). Walopun yang bayar misalnya pemerintah melalui program-program kesehatan.
Eh, tapi kenapa cuma di kota? Emang sakit di desa gak berat? Berat sih. Cuma karena biasanya di kota itu apa-apa serba bayar jadi jatuhnya lebih mahal. Mau ke dokter, kudu bayar taksi ato angkot, minimal bensin untuk yang naik motor. Eh , sama ya? Di desa juga angkotnya harus bayar.
Tapi karena saya hidupnya di kota *jiahhh gaya, jitaaak* jadi nulisnya ya tentang kota. Ntar deh kalo saya hidup di desa (seperti impian saya kalo nanti udah pensiun), baru nulis tentang desa :).
Intinya sih sebetulnya, pingin mengajak untuk menjaga dan mensyukuri nikmat sehat yang saat ini kita rasakan tapi sering banget kita lupakan. Kita seringnya baru ngerasa sehat itu nikmat yang besar setelah dikasih sakit. Sama koq, saya juga gitu. Karena nganter temen besuk dan bertemu yang sakit, saya jadi tertampar untuk banyak bersyukur atas kesehatan yang saya nikmati.
Jangan nunggu terlambat. Harus sakit dulu, baru sadar sehat itu nikmaaaaat banget. Mudah-mudahan kalo kita bersyukur dan banyak-banyak berdoa, Alloh kasih kita kesehatan terus aamiin :)
Stay health and grateful yaaa... ^_^
PS: up date terbaru kakaknya teman saya sehari sesudah kami besuk akhirnya meninggal. Innaalillaahi wainna ilayhi rooji'uun....
Tentu karena banyak orang, suasana jadi kurang nyaman. Panas , crowded dll. Ada AC central sih sebetulnya, cuma kayaknya ketutup sama banyaknya manusia di dalam rumah sakit itu. Mau jalan aja kadang senggol sana sini. Jadi harus sedia stok kesabaran yang cukup supaya gak menambah panas udara yang emang udah tinggi suhunya itu.
Memasuki bangsal yang berisi kamar-kamar perawatan gak berbeda jauh, hanya tatanannya yang lebih rapi. Di depan pintu bangsal memang ada security yang menjaga, jadi tidak terlalu banyak seliweran orang yang lalu lalang. Mungkin juga karena securitynya yang lumayan tegas. Buktinya kami yang datang gak di jam besuk itu langsung digelandang keluar (hihi rasain, besuk semaunya). Untung, kami sebelumnya sempat menyelinap masuk ke kamar perawatan. Bertemu dan berbincang sebentar dengan keponakan teman saya yang menunggu ayahnya yang masih belum bisa diajak bicara.
Keluar dari rumah sakit kami makan siang di warung tenda sekitar rumah sakit. Suasananya masih rame, cuma gak terlalu sesak karena ada di luar ruangan. Karena waktunya udah menjelang jam makan siang, hampir di sepanjang warung tenda yang berjejer di samping rumah sakit penuh.Alhamdulillah kami dapat tempat, di warung tenda soto mie *ih pamer :p *
Sambil makan, pikiran saya melayang-layang ke suasana dalam rumah sakit yang padat. Betapa berharga dan mahalnya menjadi sehat ya. Tapi sayangnya nikmat terbesar setelah nikmat iman itu seringkali kita lupakan hiks..
Sakit di kota itu gak murah. Bener deh. Konsultasi dokter aja butuh beratus-ratus ribu, plus obat yang juga gak murah. Pake asuransi donk? Lah, preminya kan juga bayar :). Walopun yang bayar misalnya pemerintah melalui program-program kesehatan.
Eh, tapi kenapa cuma di kota? Emang sakit di desa gak berat? Berat sih. Cuma karena biasanya di kota itu apa-apa serba bayar jadi jatuhnya lebih mahal. Mau ke dokter, kudu bayar taksi ato angkot, minimal bensin untuk yang naik motor. Eh , sama ya? Di desa juga angkotnya harus bayar.
Tapi karena saya hidupnya di kota *jiahhh gaya, jitaaak* jadi nulisnya ya tentang kota. Ntar deh kalo saya hidup di desa (seperti impian saya kalo nanti udah pensiun), baru nulis tentang desa :).
Intinya sih sebetulnya, pingin mengajak untuk menjaga dan mensyukuri nikmat sehat yang saat ini kita rasakan tapi sering banget kita lupakan. Kita seringnya baru ngerasa sehat itu nikmat yang besar setelah dikasih sakit. Sama koq, saya juga gitu. Karena nganter temen besuk dan bertemu yang sakit, saya jadi tertampar untuk banyak bersyukur atas kesehatan yang saya nikmati.
Jangan nunggu terlambat. Harus sakit dulu, baru sadar sehat itu nikmaaaaat banget. Mudah-mudahan kalo kita bersyukur dan banyak-banyak berdoa, Alloh kasih kita kesehatan terus aamiin :)
Stay health and grateful yaaa... ^_^
PS: up date terbaru kakaknya teman saya sehari sesudah kami besuk akhirnya meninggal. Innaalillaahi wainna ilayhi rooji'uun....
Komentar
Posting Komentar